5 Strategi Ini Diyakini Tim Prabowo Mampu Genjot Rasio Pajak

5 Strategi Ini Diyakini Tim Prabowo Mampu Genjot Rasio Pajak

5 Strategi Ini Diyakini Tim Prabowo Mampu Genjot Rasio Pajak

Konsultan Pajak Jakarta – Calon presiden No. urut 2, Prabowo Subianto telah menyiapkan 5 strategi utama untuk dapat mendongkrak rasio pajak. Kelima strategi tersebut telah dibeberkannya dari akun resmi Partai Gerindra.

“Inilah realita dan kondisi yang ada dari perpajakan di Indonesia” ujar Partai Gerindra. Setelah itu Gerindra menyertakan penjelasan singkat mengenai lima strategi yang dipercaya mampu menggenjot tax ratio.

Strategi pertama merupakan memisahkan Ditjen Pajak dari Kementerian Keuangan lalu membentuh lembaga yang baru sebagai otoritas yang bertugas untuk mengelola sistem perpajakan serta penerimaan negara. Tujuan dari pemisahan ini tidak lain untuk memperbaiki manajeman serta profesionalismenya jadi target reformasi pajak lebih cepat digapai.

Strategi yang kedua adalah membangun infrastruktur perpajakan dengan menyeluruh, baik dari segi hardware, software maupun brainware perpajakan. Untuk targetnya seniri adalah otomatisasi pemotongan pajak serta pelaporan pajak yang jauh lebih mudah, lancar serta transparan.

“Kemudahan, otomatisasi, kepraktisan dalam sistem perpajakan akan membantu menstimulasi kepatuhan serta kesadaran membayar pajak” katanya.

Strateti yang ketiga yakni mendorong jenis-jenis pajak agar dapat menjadi instrument yang efektif untuk membantu mengurangi kesenjangan social, seperti pajak karbon, pajak dividen serta pajak lainnya.

Stretegi keempat adalah membantu menurunkan tarif pajak untuk kemudian disesuaikan dengan trend yang terjadi saat ini dilihat dari kacamatan global.

Gerindra percaya jika penurunan tarif pajak akan membantu memberikan stimulus yang baik untuk perekonomian negara, sekaligus menambah daya beli serta konsumsi masyarakat jadi akan memutar perekonimian. Diyakini jika konsumsi yang mengalam peningkatan akan tertangkap lagi oleh PPN dari barang maupun jasa yang dikonsumsi.

Pemotongan tarif pajak baik WP pribadi atau WP badan sekitar 5-8% diharapkan bisa memberikan stimulus perekonomian sehingga bila dirupiahkan akan setara dengan Rp. 75 triliun-Rp. 120 triliun/tahun.

Stimulus ini diproyeksikan akan dapat memberikan multiplier effect yang bagus yakni membantu peningkatan rasio pajak 1-1.2% tiap tahunnya, lalu peningkatan PDB 0.3-0.7% tiap tahun serta peningkatan lapangan pekerjaan 1.5-2% tiap tahunnya.

Stretegi kelima adalah melaksanakan ekstensifikasi pajak melalui otomatisasi, digitalisasi serta implementasi infrastruktur informasi serta teknologi perpajakan.

Hadvals