Material Alami Untuk Interior Rumah

Material Alami Untuk Interior Rumah

Seperti tahun-tahun sebelumnya, material dengan sentuhan alami masih menjadi godaan menarik untuk diterapkan. Penggunaan material dengan sentuhan natural diyakini dapat memberi kesan hangat dan nyaman ke dalam ruang. Terlebih di era sekarang, di mana kesibukan semakin membelenggu masyarakat perkotaan. Dina Hartadi, Dewan Pembina HDII, mengungkapkan upaya memasukkan suasana natural ke dalam ruang bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan mengekspos material alam untuk interior rumah seperti batu, marmer, dan lainnya.

Lantai dan dinding yang hanya ditutupi oleh teknik plester juga masih diminati di tahun mendatang. Iqra Firdausy, desainer interior dan produk dari Soseki Design & Build mengatakan penggunaan material alami akan menjadi sesuatu yang ditekankan oleh desainer dan arsitek. Bahkan, penerapannya akan lebih jujur (dengan penggunaan material asli) sehingga benar-benar terkesan alami. Konsep desain ke depan akan lebih jujur pada diri sendiri’sehingga penggunaan materialnya pun harus material yang jujur/asli bukan yang imitasi.

Material Alami Untuk Interior Rumah

Kalau tidak bisa memakai kayu, sebaiknya cari alternatif yang bisa menggantikan kayu, bambu misalnya, tuturnya. Berbeda dengan Daus, Rina Renville, desainer interior dan produk De’Stijl Design Consultant, justru mendukung kemajuan teknologi dimiliki industri material saat ini. Seperti hadirnya material cat bertekstur yang memberi kesan laiknya teknik kamprot atau motif keramik serupa kayu. Teknologiteknologi seperti ini dibutuhkan untuk mendukung gagasan sustainable design yang terus diagung-agungkan para kaum profesional (desainer interior, arsitek, dan kontraktor). Adanya teknologi ini akan menghemat tenaga dan biaya, ujar Rina.

Bambu dan Rotan Jadi Incaran

Material kayu sebagai bahan dasar pembuatan produk interior memang sudah dibatasi penggunaannya. Namun, masih ada material alami yang dapat digunakan sebagai pengganti kayu, yakni bambu dan rotan. Siapa pun desainer lokal tanah air, pasti akan menyarankan bambu sebagai material pengganti kayu. Selain lebih lentur, bambu juga murah dan dapat ditemukan di mana saja. Seperti bambu, rotan memiliki tingkat kelenturan tinggi dan mudah didapatkan. Rina menuturkan dengan konsep desain yang tepat dan aplikasi warna yang menarik, kedua produk ini dapat mengalahkan popularitas kayu.

Bahkan, terkesan lebih unik dan ramah lingkungan. Ke depannya para desainer lokal akan berkolaborasi dengan para perajin lokal dalam menghasilkan produk berkualiatas. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan daya jual konsumen lokal terhadap produk dalam negeri, ujar Rina. Kombinasi apik antara keahlian perajin dengan gagasan kuat sang desainer akan melahirkan sebuah mahakarya yang membuat desainer lokal dikenal tak hanya di dalam tapi juga di luar negeri.

Pengrajin tidak main-main dalam membuat karya dari material kayu, mereka bahkan menggunakan genset yanmar untuk mencegah terjadinya kerugian yang timbul akibat gangguan listrik PLN. Mesin genset tidak hanya dibutuhkan oleh rumah tangga saja, namun pengusaha seperti pengerajin kayu juga membutuhkanya guna menunjang pekerjaan.

Hadvals